Monday, 29 October 2012

Berlibur ke Pelabuhan Ratu






   









Sebelum saya ingin bercerita dan berbagi pengalaman saya pada saat liburan ke Pelabuhan Ratu, terlebih dahulu saya ingin menjelaskan sedikit mengenai tentang tempat tujuan saya. 

 















Pantai Palabuhan Ratu adalah sebuah tempat wisata di pesisir Samudra Hindia di selatan Jawa Barat. Lokasinya terletak sekitar 60 km ke arah selatan dari Kota Sukabumi. Pantai ini dikenal memiliki ombak yang sangat kuat dan karena itu berbahaya bagi perenang pantai. Topografinya berupa perpaduan antara pantai yang curam dan landai, tebing karang terjal, hempasan ombak, dan hutan cagar alam. Karena tempat ini mempunyai daya tarik sendiri, Presiden Soekarno mendirikan tempat peristirahatannya pada tahun 1960 di Tenjo Resmi. Selain itu, atas inisiatif Soekarno pula didirikanlah Samudera Beach Hotel, salah satu hotel mewah pertama yang dibangun di Indonesia pada kurun waktu yang sama dengan Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, dan Toko Serba Ada "Sarinah", yang kesemuanya menggunakan dana pampasan perang dari Jepang.Selain hotel besar dan mewah Samudera Beach Hotel, di daerah ini terdapat pula sejumlah hotel dan losmen kecil, Pondok Dewata resor adalah salah satu villa mewah yang cukup laris dikunjungi wisatawan. Masyarakat pantai selatan khususnya Palabuhanratu percaya adanya penguasa laut selatan yaitu Ratu Kidul. Konon, ia adalah seorang ratu yang cantik bagai bidadari. Di Laut Selatan - nama lain dari Samudra Hindia - sebelah selatan Pulau Jawa, ia bertahta pada sebuah kerajaan makhluk halus yang besar dan indah.

Setelah saya berbagi sedikit tentang penjelasan tempat tujuan saya, saatnya untuk berbagi pengalaman saya kepada kalian yang membaca tulisan ini.  


Pada saat hari libur kuliah saya dan teman-teman lama kampus berencana untuk mengisi waktu luang dengan berlibur ke pantai Pelabuhan Ratu. Kami berangkat  pagi hari sekitar pukul 10.00 menggunakan kendaraan mobil yang dibawa oleh salah satu teman saya. Keberangkatan kami dimulai dari Depok – Bogor – Ciawi – Curug – Cikidang. Selama menuju perjalanan  di dalam mobil kami bersenang-senang dan saling bercanda sambil menikmati macetnya lalu lintas. Dan ada hal yang membuat kami semua panik selama di perjalanan, karena salah satu dari kami tidak ada yang tahu perjalanan menuju ke arah Cikidang. Untung saja salah satu teman saya sebelumnya pernah pergi ke Pelabuhan Ratu. Jadinya masih ada petunjuk untuk menuju tempat tujuan walaupun teman saya sedikit lupa menunjukkan arah jalan untuk sampai ke tempat tujuan. Sungguh menggelikan sekali karena ingin liburan tapi tidak tahu arah jalan tujuan.  Hahaha…
 
Ini dia tempat dimana yang membuat saya dan teman-teman panik selama perjalanan. Setelah memasuki Cikidang selama perjalanan saya melihat di sekeliling saya banyak sekali pepohonan dan udaranya pun sejuk serta jalan yang berkelok-kelok. Maklum saja karena tempat ini lebih condong ke arah perkampungan. Karena hanya dengan lewat jalan ini lebih cepat sampai tempat tujuan dan tidak memakan banyak waktu. Setelah melewati Cikidang akhirnya masuk ke arah Pelabuhan Ratu, fatalnya teman saya yang menunjukkan arah jalan lupa kemana lagi setelah melewati Cikidang untuk sampai ke Pelabuhan Ratu. Saya dan teman-teman pun menjadi panik dan kecewa karena masalah ini. Dan akhirnya saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada pedagang toko yang berada di pinggir jalan. Kenapa saya yang harus bertanya? Karena kebetulan sekali saya orang Bogor dan memahami bahasa daerah tempat ini.  Tapi awalnya saya bertanya memakai bahasa Indonesia karena biar dianggap orang pendatang. Hehehe…
           
 “Maaf Pak numpang tanya, setelah dari Cikidang untuk menuju Pelabuhan Ratu kira-kira lewat arah jalan mana lagi dan berapa km untuk sampai kesana?” Tanya saya. “Sebentar lagi sampai kok, sekitar 3km lagi. Nanti ketemu lampu merah pertama jalan terus, lalu ketemu lampu merah kedua belok kiri dan nanti lurus terus ikutin jalan.” Jawab Bapak pedagang toko. “Ohh.. terimakasih banyak ya Pak” balas saya. Kemudian saya kembali ke mobil dan gantian menjadi penunjuk arah. Hahaha…
           
Akhirnya sampai juga ke tempat tujuan walaupun dengan perasaan yang campur aduk antara senang, kesal, marah, kecewa dsb. Dan saya menyarankan kepada teman saya yang membawa mobil untuk beristirahat sejenak di pinggiran jalan sambil menikmati indahnya panorama alam ciptaan Tuhan, sungguh sangat indah sekali.                    
                                                                              

Dan setelah puas menikmati indahnya panorama alam di Pelabuhan Ratu, saya dan teman-teman saya merasa sangat lelah sekali selama perjalanan dari depok menuju ke tempat tujuan. Saya dan teman-teman berencana untuk sewa villa sebagai tempat peristirahatan. Setelah menemukan villa yang sesuai , teman saya yang bernama Kevin langsung melakukan Check In. Kebetulan ada pemilik villanya yang mengantarkan saya dan teman-teman ke kamar. Dengan sedikit basa-basi dari saya, “Bu, ternyata disini ramai juga ya?”. Ya memang ramai sekali disini karena villa ini posisinya strategis dengan pantai dan jalan raya, “Jawab Ibu pemilik villa”. Akhirnya saya dan teman-teman dapat beristirahat.
 
Menjelang sorenya saya dan teman-teman dari villa langsung bergegas pergi untuk menikmati pantai dan ombak Pelabuhan Ratu. Biarpun sudah menjelang sore hari tetapi tetap saja suasananya ramai sekali dan kondisi di tempat ini cukup baik dan bersih. Memang sangat indah sekali melihat ombak yang bergulung-gulung. Terbayar sudah rasa marah, kesal, dan kecewa kami selama di perjalanan dengan melihat dan merasakan panorama alam yang indah dan luar biasa di pantai ini.
 
Malam harinya saya dan teman-teman menyempatkan diri untuk berburu kepiting untuk sebagai kenang-kenangan. Sayangnya pada malam hari pemandangan di pantai tidak bisa terlihat dengan jelas karena suasananya begitu gelap. Tetapi tetap saya dan teman-teman menikmati semuanya. 

Setelah saya dan teman-teman sudah merasa puas dan lelah menjalani akvitas selama di pantai, akhirnya kembali menuju tempat peristirahatan dan tidak lupa untuk makan malam. Dan selama beristirahat di villa, saya dan teman-teman saling melontarkan perasaannya selama berada di pantai. Dan besok sore harinya saya dan teman-teman bersiap-siap Check Out dari villa. Pastinya tidak lupa mengabadikan foto-foto kenangan sebelum meninggalkan villa dan pantai.



Demikianlah cerita pengalaman saya selama berlibur ke Pelabuhan Ratu. “Berlibur itu memang sangat menyenangkan apalagi bisa dilakukan bersama dengan teman-teman.” Terimakasih yang sudah membaca tulisan ini dari awal sampai akhir, semoga bisa merasakan apa yang saya rasakan juga di dalam pengalaman yang saya ceritakan ini.                                                                  

No comments:

Post a Comment